Aceh-Water-HD-1

Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan

 

Dokumentasi Mita Darmayanti saat memandu acara Bincang-Bincang Demokrasi sebagai Master of Ceremony. (Foto : Dok Mita)


KabarOne.ID - Di balik wajah tenang dan senyum sederhana Mita Darmayanti, tersimpan tekad besar untuk membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan jalan panjang menuju perubahan. Perempuan kelahiran Binjai, Sumatera Utara, tahun 2003 itu percaya bahwa ilmu pengetahuan merupakan investasi paling bernilai, karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri, tetapi juga mampu mengubah kehidupan banyak orang.

Putri dari Mahyaruddin ini memulai babak baru kehidupannya ketika pindah ke Kota Lhokseumawe pada 2021 dan menetap di Kecamatan Muara Satu. Kota inilah yang menjadi saksi perjalanan seorang perempuan muda yang terus menempa diri melalui pendidikan, organisasi, dunia profesional, hingga kewirausahaan.

Sejak memasuki bangku kuliah, Mita menanamkan keyakinan bahwa setiap kesempatan harus dimanfaatkan untuk belajar. Inspirasi itu lahir dari petuah Ali bin Abi Thalib yang menyebutkan bahwa ilmu lebih mulia daripada harta. Bagi Mita, harta dapat habis, tetapi ilmu akan terus hidup dan menjadi cahaya bagi siapa saja yang mengamalkannya.

Prinsip tersebut membentuk karakter Mita sebagai pribadi yang tidak pernah berhenti berkembang. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Manajemen pada bidang kewirausahaan, kemudian bergabung dengan Ikatan Mahasiswa Binjai. Organisasi menjadi ruang baginya untuk belajar memimpin, bekerja sama, dan memahami pentingnya membangun jejaring.

Keinginannya untuk terus memperluas wawasan membawanya terpilih mengikuti program internasional Changemaker Indonesia Batch VII di Malaysia di bawah naungan NGO bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Pengalaman lintas negara itu memperkuat keyakinannya bahwa perubahan selalu berawal dari keberanian mengambil langkah kecil yang memberi dampak besar bagi masyarakat.

Semangat yang sama mengantarkannya lolos dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Fajar, Makassar. Berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mengajarkan Mita arti keberagaman, toleransi, serta pentingnya membangun kolaborasi tanpa memandang latar belakang.

Kemampuan komunikasi yang dimilikinya juga berkembang pesat. Sejak 2021, Mita dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam berbagai kegiatan akademik, pemerintahan, organisasi, hingga forum nasional. Puluhan agenda telah dipandunya, termasuk Musyawarah Daerah Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia, kegiatan Partai Aceh, hingga diskusi kebangsaan bersama Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurniawan. Pengalaman tersebut membentuk kepercayaan diri sekaligus kemampuan berbicara di depan publik yang menjadi salah satu keunggulannya.

Di tengah kesibukan kuliah dan organisasi, Mita memilih tidak bergantung pada keadaan. Ia merintis usaha masker organik berbahan daun kelor dengan merek MIFEA sebagai upaya membantu membiayai pendidikannya. Ide sederhana itu berkembang menjadi usaha yang memperoleh pendanaan melalui Program Wirausaha Mahasiswa (PMW) Tahun 2022. Keberhasilan tersebut menjadi titik awal perjalanan Mita di dunia bisnis. Ia belajar bahwa seorang wirausaha tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, menciptakan inovasi, dan membuka peluang bagi orang lain.

Pengalaman profesionalnya semakin lengkap ketika menjalani magang di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Lhokseumawe, unit vertikal di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Di lingkungan kerja tersebut, Mita memperoleh pemahaman langsung mengenai tata kelola keuangan negara, mekanisme pelaksanaan anggaran, hingga proses pencairan dan pelaporan keuangan pemerintah. Ia juga memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta integritas dalam pengelolaan keuangan publik. Pengalaman tersebut semakin memperkuat pandangannya bahwa tata kelola keuangan negara yang profesional merupakan salah satu fondasi utama dalam mendukung pembangunan nasional.

Dokumentasi Mita Darmayanti bersama peserta Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) saat menjalani kegiatan di Universitas Fajar, Makassar, Sulawesi Selatan.(Foto : Dok Mita)



Perjalanan kariernya kemudian berlanjut di Ciputra Group, salah satu perusahaan swasta nasional yang dikenal dengan budaya kerja profesional dan inovatif. Selama menjalani masa magang, Mita mempelajari pengelolaan bisnis, manajemen proyek, pelayanan pelanggan, serta pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Dedikasi dan kinerja yang ditunjukkannya selama magang membuahkan kepercayaan dari perusahaan. 

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia resmi bergabung sebagai karyawan PT Toya Perdana Lhokseumawe, menjadikannya seorang fresh graduate yang langsung memasuki dunia kerja profesional. Di tengah kesibukan bekerja, Mita tetap melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Malikussaleh sebagai bentuk komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi.

Namun, pengalaman yang paling mengubah cara pandangnya hadir ketika mengikuti Program Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB) di Bank BTPN Syariah sebagai fasilitator pendamping UMKM di Purbalingga, Jawa Tengah.

Di desa-desa, Mita bertemu dengan banyak perempuan tangguh yang menjalankan usaha kecil dengan segala keterbatasan. Ia melihat bagaimana mereka mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan, memasarkan produk, hingga memanfaatkan teknologi digital.

Pengalaman itu menumbuhkan kesadaran bahwa pemberdayaan UMKM bukan sekadar memberikan bantuan modal, melainkan membangun kemampuan agar mereka mampu berkembang secara mandiri. Dari sanalah lahir tekadnya untuk menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan UMKM Indonesia, khususnya perempuan di pedesaan.

Sebagai langkah nyata, Mita mulai mengembangkan usaha kuliner MitaYa Kitchen, layanan katering yang memanfaatkan pemasaran digital sebagai strategi utama. Selain menjadi sumber penghasilan, usaha tersebut juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Melalui promosi digital di media sosial, usahanya terus berkembang dan membuktikan bahwa pemanfaatan teknologi mampu menjadi jembatan bagi pelaku usaha muda untuk memperluas pasar sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Bagi Mita, bisnis bukan hanya tentang keuntungan, tetapi tentang menciptakan manfaat, membuka peluang bagi orang lain, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat.

Perjalanan hidup Mita Darmayanti menunjukkan bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya. Dengan semangat belajar yang tak pernah padam, keberanian mengambil peluang, serta kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat, ia terus melangkah membangun masa depan yang lebih baik.

Ia percaya, perubahan besar tidak selalu lahir dari langkah yang besar. Perubahan dimulai dari keberanian untuk terus belajar, bekerja dengan integritas, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Itulah prinsip yang terus mengiringi perjalanan Mita Darmayanti seorang perempuan muda yang memilih menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian dan kewirausahaan sebagai sarana membangun masa depan Indonesia.(*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan
  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan
  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan
  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan
  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan
  • Mita Darmayanti, Menjadikan Ilmu sebagai Jalan Mengabdi dan Membangun Masa Depan