Ketua Komisi IV DPR RI Titik Soeharto Kunjungi Banyuwangi, Tinjau Pesisir Selatan dan Serap Aspirasi Masyarakat
![]() |
| Ketua Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto, tiba di Banyuwangi untuk menjalani kunjungan kerja dan meninjau sejumlah lokasi strategis, Rabu 23 Juli 2026. (Foto: Hendrik/Kabarone.id) |
KabarOne.ID | Banyuwangi – Ketua Komisi IV DPR RI, Titik Soeharto, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (23/7). Kedatangannya di Bandar Udara Banyuwangi sekitar pukul 10.30 WIB disambut jajaran Partai Gerindra, tokoh masyarakat, serta sejumlah simpatisan yang telah menunggu sejak pagi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Komisi IV DPR RI untuk melihat secara langsung potensi daerah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan sektor pertanian, perikanan, kehutanan, dan pembangunan wilayah.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi, Suwito, menjelaskan bahwa selama berada di Banyuwangi, Titik Soeharto dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi strategis. Salah satunya meninjau kawasan pesisir selatan yang memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan, serta bersilaturahmi dengan seorang ulama di salah satu pondok pesantren di Banyuwangi.
"Kunjungan ini merupakan bentuk kepedulian untuk melihat langsung kondisi di lapangan, sekaligus mendengar berbagai masukan dari masyarakat dan para tokoh daerah," kata Suwito.
Banyuwangi selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang pesat. Di balik pesona alam dan kekayaan budayanya, kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu juga memiliki potensi besar di bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehutanan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.
Kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pembangunan daerah.
Rangkaian kunjungan kerja tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Banyuwangi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan rakyat. (Hendrik)





