Pertamina EP Field Rantau Cetak Generasi Petani Modern, Kisah Chaidir Saleh Menjadi Inspirasi Melon Premium
KabarOne.ID | Aceh Tamiang – Di balik kesuksesan budidaya melon premium di Aceh Tamiang, terdapat komitmen kuat Pertamina EP Field Rantau dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Lewat Program Smart Agriculture Melonesia, perusahaan tidak hanya menghadirkan inovasi budidaya, tetapi juga menyiapkan regenerasi petani dengan menggandeng sosok inspiratif, Chaidir Saleh (62), sebagai mentor bagi petani milenial.
Di kebunnya yang berada di kawasan Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Chaidir tampak antusias membagikan pengalaman kepada belasan peserta Sekolah Lapang binaan Pertamina EP Field Rantau. Meski usianya tak lagi muda dan sempat mengalami stroke ringan, semangatnya untuk mencetak petani-petani baru tidak pernah surut.
Ratusan tanaman Melon Golden Alisha F1 tumbuh subur di lahan seluas sekitar 1.200 meter persegi. Kebun itu kini bukan hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga ruang belajar bagi generasi muda yang ingin mengembangkan pertanian modern dengan nilai ekonomi tinggi.
"Kunci menghasilkan melon berkualitas bukan hanya pada bibit, tetapi juga pada ketelatenan merawat tanaman sejak awal hingga masa panen," tutur Chaidir saat memberikan materi kepada peserta Sekolah Lapang.
Kesuksesan Chaidir lahir dari proses panjang yang penuh tantangan. Ia mengaku pernah mengalami kegagalan hingga empat kali sebelum akhirnya berhasil membudidayakan melon premium.
Saat panen pertama pada 2020, rasa buah yang dihasilkan belum sesuai harapan sehingga terpaksa dijual di bawah harga pasar. Namun kegagalan itu justru menjadi titik balik untuk terus belajar secara mandiri.
Melalui berbagai percobaan, ia menemukan teknik yang mampu meningkatkan kualitas buah, mulai dari pengaturan masa panen menjadi 60–70 hari, pemangkasan batang agar nutrisi terfokus pada buah, hingga pola pemupukan yang tepat.
Kini, melon hasil budidayanya dikenal memiliki cita rasa manis dengan kualitas premium. Permintaan pasar terus meningkat, mulai dari pembeli melalui media sosial hingga swalayan modern.
Ketika Chaidir terserang stroke ringan pada akhir 2024, aktivitas pertaniannya sempat terhenti. Melihat potensi dan pengalaman yang dimilikinya, Pertamina EP Field Rantau memilih langkah berbeda. Perusahaan tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi juga mengangkat Chaidir sebagai mentor dalam Program Smart Agriculture Melonesia.
Melalui Sekolah Lapang Pertamina EP Field Rantau, pengalaman puluhan tahun yang dimiliki Chaidir kini diwariskan kepada anggota Kelompok Tani Melon Mutiara.
Selama 12 kali pertemuan, para peserta dibekali teknik budidaya melon premium, termasuk inovasi pengelolaan media tanam polybag yang mampu digunakan hingga 22 kali masa tanam. Inovasi tersebut mampu menekan biaya produksi secara signifikan sehingga usaha tani menjadi lebih efisien dan menguntungkan.
Manager Community Involvement and Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan Program Smart Agriculture Melonesia merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina EP Field Rantau dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sektor pertanian.
Menurutnya, regenerasi petani menjadi tantangan besar yang harus dijawab dengan peningkatan kapasitas generasi muda agar mampu mengelola pertanian secara profesional dan berdaya saing.
"Pak Chaidir memiliki pengalaman panjang yang sangat berharga. Kami ingin pengalaman tersebut tidak berhenti pada satu orang, tetapi menjadi ilmu yang diwariskan kepada petani muda melalui Sekolah Lapang," ujarnya.
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar program tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan investasi sosial jangka panjang agar lahir petani-petani muda yang mandiri, inovatif, dan mampu menjadikan melon premium sebagai komoditas unggulan Aceh Tamiang," katanya.
Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan, Pertamina EP Field Rantau terus menegaskan perannya sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berfokus pada kegiatan hulu migas, tetapi juga aktif menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat ketahanan ekonomi desa, serta mendorong lahirnya generasi baru petani modern di Aceh.(*)





