Sosialisasi SPMB SMA Negeri 2026 di Banyuwangi Telah Dilaksanakan, Sekolah Bantah Tidak Ada Informasi ke Masyarakat
![]() |
| SMAN 1 Taruna Budaya Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.(Foto:Hendrik/Kabarone.id) |
KabarOne.ID | Banyuwangi - Isu mengenai minimnya sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Banyuwangi belakangan ramai diperbincangkan. Sejumlah wali murid mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme maupun tahapan penerimaan siswa baru di sekolah negeri.
Namun, berdasarkan penelusuran di lapangan, sejumlah SMA Negeri di Banyuwangi menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi telah dilakukan jauh sebelum pelaksanaan SPMB dimulai.
Dalam upaya menyukseskan pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, berbagai SMA Negeri di Banyuwangi telah menggelar sosialisasi kepada siswa SMP/MTs, guru Bimbingan Konseling (BK), serta orang tua siswa. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman terkait jalur penerimaan, persyaratan, mekanisme pendaftaran, hingga jadwal pelaksanaan seleksi.
Salah satu sekolah yang aktif melakukan sosialisasi adalah SMAN 1 Taruna Budaya Rogojampi. Sekolah tersebut mengundang guru BK SMP/MTs yang berada di wilayah Rayon 1 Banyuwangi untuk memperoleh informasi resmi terkait pelaksanaan SPMB.
Kepala Bagian Humas SMAN 1 Taruna Budaya Rogojampi, Heri Susanto, S.Pd., saat ditemui KabarOne.id di sela kegiatan uji kompetensi, Jumat (19/6/2026), mengatakan pihaknya telah beberapa kali melaksanakan sosialisasi di Kantor Kecamatan Rogojampi.
“Kami sudah beberapa kali melakukan sosialisasi SPMB SMA Negeri di Kantor Kecamatan Rogojampi. Kami juga mengundang sejumlah kepala desa yang berada di wilayah Rayon 1 Banyuwangi agar informasi ini dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya para wali murid di wilayah masing-masing,” ujar Heri.
Sementara itu, Imam Syafi’i, S.Pd., menjelaskan bahwa guru-guru SMAN 1 Taruna Budaya Rogojampi juga melakukan sosialisasi dengan metode jemput bola ke sejumlah SMP Negeri di wilayah Rogojampi dan sekitarnya.
“Dalam kegiatan tersebut kami menyampaikan informasi mengenai sistem seleksi, tata cara pendaftaran, hingga program-program unggulan sekolah. Sosialisasi ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan sebagai upaya pemerataan informasi kepada calon peserta didik,” katanya.
Pernyataan tersebut turut dibenarkan oleh Ach Sofyan Munir, S.Hum., yang menegaskan bahwa sekolah telah berupaya maksimal menyebarluaskan informasi kepada masyarakat melalui berbagai jalur komunikasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan juga menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB harus berjalan secara transparan, objektif, adil, dan akuntabel, serta bebas dari praktik titipan maupun manipulasi data.
Berdasarkan Petunjuk Teknis SPMB Jawa Timur Tahun 2026, jalur penerimaan peserta didik SMA meliputi Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, Jalur Prestasi, serta Jalur Mutasi atau Perpindahan Tugas Orang Tua.
Sosialisasi yang dilakukan sekolah bertujuan agar calon peserta didik dan orang tua memahami kuota, persyaratan, serta tahapan pada masing-masing jalur penerimaan sebelum masa pendaftaran dibuka.
Masyarakat, khususnya calon peserta didik di Banyuwangi, diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari sekolah tujuan maupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi agar tidak tertinggal jadwal pengambilan PIN, pendaftaran, hingga pengumuman hasil seleksi.(Hendrik)





