Aceh-Water-HD-1

Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir

Seorang pengendara sepeda motor melintasi jalan rusak di Dusun Sumberan, Desa Macan Putih, Banyuwangi. Bertahun-tahun dikeluhkan warga, ruas jalan ini masih minim penanganan dan terus membahayakan keselamatan pengguna jalan.(Foto:Hendrik/Kabarone)



KabarOne.ID | Banyuwangi – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur yang kerap digaungkan pemerintah, kondisi jalan di Dusun Sumberan, Desa Macan Putih, Kabupaten Banyuwangi, justru menunjukkan ironi. Ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat itu rusak parah, berlubang di banyak titik, dan hingga kini belum mendapat penanganan yang memadai.

Pantauan di lokasi pada Senin (15/6/2026) memperlihatkan aspal yang mengelupas, lubang menganga, serta permukaan jalan yang tidak rata. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air dan berubah menjadi ancaman bagi setiap pengendara yang melintas.

Kondisi itu menjadi sorotan ketika ribuan peserta pawai karnaval RA Miftahul Huda dan MI Nurul Huda 2 harus melintasi jalan yang rusak. Seorang guru yang mendampingi peserta drumband mengaku cemas melihat anak-anak berjalan di atas jalan yang membahayakan.

"Jalan ini rusak berat. Kami khawatir anak-anak terpeleset saat membawa alat drumband. Sangat disayangkan, acara yang seharusnya menjadi hiburan masyarakat justru dibayangi rasa waswas akibat kondisi jalan," ujarnya.»

Bagi warga, kerusakan jalan bukan lagi persoalan baru. Mereka mengaku telah lama hidup berdampingan dengan jalan berlubang tanpa kepastian kapan akan diperbaiki. Padahal, jalan tersebut menjadi akses utama menuju sekolah, pasar, lahan pertanian, hingga jalur distribusi hasil panen.

Ahmadi, warga setempat, mengungkapkan bahwa ruas jalan itu bahkan pernah menjadi lokasi kecelakaan.

"Pernah ada truk bermuatan janur tujuan Bali terguling di jalan ini. Pengendara sepeda motor juga pernah jatuh karena kondisi jalan rusak. Kalau sudah seperti ini, apa pemerintah masih menunggu korban yang lebih banyak?" katanya.»

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan yang wajar di tengah masyarakat: ke mana sebenarnya prioritas anggaran pembangunan infrastruktur diarahkan, jika jalan yang setiap hari digunakan warga justru dibiarkan rusak dalam waktu yang lama?

Masyarakat menilai pemerintah tidak cukup hanya menyampaikan komitmen pembangunan di atas kertas. Infrastruktur yang layak merupakan hak masyarakat dan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhinya. Pembiaran terhadap jalan yang rusak bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.

Warga mendesak Pemerintah Desa Macan Putih, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta dinas terkait agar segera mengambil langkah nyata. Mereka meminta dilakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam yang hanya menjadi solusi sementara.

Bagi masyarakat Dusun Sumberan, jalan yang layak bukanlah sebuah kemewahan. Itu adalah hak yang seharusnya dipenuhi negara. Jangan sampai pemerintah baru bergerak ketika jalan ini kembali memakan korban atau menjadi sorotan luas di media sosial. Sebab, keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama, bukan menunggu tragedi berikutnya.(Hendrik)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir
  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir
  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir
  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir
  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir
  • Jalan Rusak Parah di Dusun Sumberan, Warga Pertanyakan Ke Mana Anggaran Infrastruktur Mengalir