SKK Migas Targetkan Groundbreaking Proyek Strategis Lapangan Abadi Masela Dilaksanakan Juni 2026
KabarOne.ID | Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan pelaksanaan groundbreaking atau peletakan batu pertama Proyek Lapangan Abadi Masela pada Juni 2026. Proyek yang berlokasi di Laut Arafura, Provinsi Maluku ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus proyek hulu migas terbesar yang saat ini tengah dikembangkan di Indonesia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa persiapan menuju groundbreaking terus dipercepat seiring dengan penyelesaian berbagai tahapan penting, termasuk proses ganti rugi tanam tumbuh bagi masyarakat terdampak di sekitar wilayah proyek.
“SKK Migas bersama para pemangku kepentingan terus mendorong percepatan penyelesaian seluruh persyaratan yang diperlukan agar groundbreaking dapat terlaksana sesuai target pada bulan Juni 2026,” ujar Djoko Siswanto usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (3/6).
Saat ini, proses penilaian ganti rugi tanam tumbuh masih berlangsung dan dilakukan secara transparan serta profesional dengan melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dan Tim Terpadu (Timdu). Penyelesaian proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai ketentuan serta memberikan kepastian bagi masyarakat yang terdampak.
Djoko menjelaskan, karakteristik kepemilikan lahan di kawasan proyek cukup beragam, mulai dari lahan milik masyarakat hingga lahan yang sebelumnya telah dialihkan kepada pihak perusahaan. Oleh karena itu, proses penilaian dilakukan secara cermat untuk menjamin keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh pihak.
Lapangan Abadi Masela merupakan salah satu pengembangan lapangan gas terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai sekitar US$20 miliar atau setara lebih dari Rp330 triliun. Lapangan gas raksasa ini memiliki cadangan gas yang diperkirakan mencapai 10 hingga lebih dari 18 Trillion Cubic Feet (TCF), sehingga diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendukung transisi energi menuju pemanfaatan gas bumi yang lebih optimal.
Pengembangan Blok Masela dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari INPEX Masela Ltd sebagai operator dengan kepemilikan participating interest sebesar 65 persen, PT Pertamina Hulu Energi sebesar 20 persen, serta Petronas Masela Sdn Bhd sebesar 15 persen.
SKK Migas meyakini bahwa realisasi Proyek Lapangan Abadi Masela akan memberikan dampak strategis bagi peningkatan produksi gas nasional, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mendorong pengembangan industri hilir berbasis gas di Indonesia.
Sebagai salah satu proyek energi terbesar di kawasan Asia Tenggara, Lapangan Abadi Masela diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi investasi sektor hulu migas nasional dan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian target produksi migas Indonesia di masa mendatang.Versi ini sudah menggunakan gaya bahasa formal khas siaran pers SKK Migas, dengan penekanan pada investasi, ketahanan energi, manfaat ekonomi, dan kepastian proses bagi masyarakat.(rls)





