Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis

Alat berat excavator melakukan normalisasi saluran irigasi guna memperlancar aliran air ke area persawahan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas jaringan irigasi, mendukung produktivitas pertanian, serta memperkuat program ketahanan pangan di wilayah setempat.(Foto : Ragil/Kabarone.id)



KabarOne.ID | Kendal – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendal berhasil mengubah lahan kurang produktif yang selama ini kerap terdampak banjir rob menjadi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) berbasis agrobisnis yang produktif bagi warga binaan.

Inovasi tersebut menjadi langkah nyata Lapas Kendal dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian dan perikanan.

Di bawah kepemimpinan Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kendal, Ary Nirwanto, berbagai tantangan lingkungan akibat luapan air rob berhasil diatasi melalui penerapan rekayasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara adaptif.

Lahan yang sebelumnya dinilai kurang produktif kini disulap menjadi dua klaster unggulan, yakni tambak budidaya ikan bandeng dan udang, serta kawasan pertanian pesisir yang menerapkan metode agro-salin untuk pengembangan tanaman hortikultura.

Kalapas Kendal, Ary Nirwanto, mengatakan bahwa kondisi geografis yang semula menjadi kendala justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk menciptakan nilai ekonomi dan sarana pembelajaran bagi warga binaan.

"Kami memanfaatkan keterbatasan geografis ini menjadi peluang. Air rob dikelola secara terukur untuk sektor perikanan tambak, sementara area daratannya dioptimalkan untuk pertanian pesisir," ujar Ary, Kamis (11/6/2026).

Melalui program SAE tersebut, warga binaan yang sedang menjalani proses asimilasi dilibatkan secara aktif mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan, hingga proses produksi dan pemanenan. Keterlibatan langsung ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan praktis mereka di bidang agrobisnis.

Selain mendukung ketersediaan pangan secara mandiri di lingkungan lapas, program ini juga menjadi sarana edukasi dan pelatihan yang bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan usaha produktif. Bekal keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting bagi mereka saat kembali ke tengah masyarakat.

Program SAE yang dikembangkan Lapas Kendal menjadi contoh bagaimana pemanfaatan lahan secara inovatif dapat menghadirkan manfaat ganda, yakni mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat proses pembinaan kemandirian warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.(Ragil)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis
  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis
  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis
  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis
  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis
  • Optimalkan Lahan Terdampak Rob, Lapas Kendal Kembangkan Sarana Asimilasi Berbasis Agrobisnis