Aceh-Water-HD-1

Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial

Salah satu bibit bantuan program penghijauan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di kawasan Dam Concrong, Rogojampi, Banyuwangi, tampak mengering. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, kondisi serupa ditemukan pada sejumlah titik penanaman yang diduga akibat minimnya perawatan selama musim kemarau.(Foto:Hendrik/Kabarone.id)



KabarOne.ID | Banyuwangi - Program penghijauan melalui bantuan 300 bibit pohon dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banyuwangi yang disalurkan melalui DPU Pengairan Banyuwangi kini menuai sorotan. Belum genap sebulan sejak ditanam, sebagian besar bibit di kawasan wisata Dam Concrong, Rogojampi, dilaporkan mengering dan terancam mati akibat diduga minimnya perawatan.

Hasil investigasi KabarOne.id di lokasi menemukan banyak bibit dalam kondisi layu, mengering, bahkan sebagian sudah mati. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keseriusan pihak pelaksana dalam menjaga keberlangsungan program penghijauan yang menggunakan bantuan dari pihak perusahaan.

Ironisnya, persoalan ini sebenarnya telah diantisipasi sejak awal. Saat penyerahan bantuan bibit pada Selasa (2/6/2026), Kepala Bidang Pembangunan DPU Pengairan Banyuwangi, Catur Hidayat Nugraha, secara tegas mengingatkan pentingnya perawatan selama musim kemarau.

"Jangan lupa pihak Korsda Rogojampi setiap saat mengontrol bibit tanaman ini. Sekarang musim panas, kalau tidak disiram bisa kering dan mati," tegasnya.

Namun, peringatan tersebut tampaknya tidak diikuti dengan pengawasan yang memadai. Fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang dikhawatirkan benar-benar terjadi.

Pada Jumat (19/6/2026), Humas Forum Rogojampi Bersatu (FRB), Opik, menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, bantuan yang bertujuan menghijaukan kawasan wisata semestinya diiringi tanggung jawab dalam pemeliharaan, bukan hanya berhenti pada kegiatan penanaman.

"Kalau setelah ditanam dibiarkan begitu saja hingga mengering, tujuan penghijauan tentu tidak akan tercapai. Sangat disayangkan jika bantuan yang nilainya tidak sedikit akhirnya sia-sia," ujarnya.

Kondisi ini memunculkan kritik dari masyarakat. Program penghijauan dinilai tidak boleh hanya menjadi kegiatan simbolis untuk dokumentasi dan seremoni penanaman, sementara aspek perawatan justru diabaikan. Tanpa penyiraman rutin, pemupukan, dan pengawasan berkala, bibit yang ditanam hanya akan menjadi angka dalam laporan kegiatan.

Masyarakat mendesak DPU Pengairan Banyuwangi, pihak pelaksana di lapangan, serta seluruh pihak yang terlibat segera melakukan evaluasi menyeluruh. Pendataan bibit yang mati, penggantian tanaman, hingga penyusunan sistem perawatan yang jelas dinilai menjadi langkah mendesak agar program tersebut tidak berakhir sebagai pemborosan anggaran dan bantuan perusahaan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, program penghijauan yang semula bertujuan menjaga kelestarian lingkungan justru berpotensi menjadi contoh buruk lemahnya komitmen dalam mengawal bantuan hingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.(Hendrik)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial
  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial
  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial
  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial
  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial
  • Ratusan Bibit Bantuan PNM di Dam Concrong Mengering, Program Penghijauan Diduga Berhenti Sebatas Seremonial