Kampung Siaga Bencana Resmi Dibentuk, Sekda Aceh Utara Tinjau Program TMS
KabarOne.ID | Lhoksukon – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana. Hal itu ditandai dengan peresmian Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa Matang Drien, Kecamatan Tanah Jambo Aye, sekaligus peninjauan program Tagana Masuk Sekolah (TMS) di MTsN 1 Aceh Utara oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara Dayan Albar, S.Sos., M.AP., yang mewakili Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, Sabtu (20/6).
Dua kegiatan tersebut merupakan bagian dari sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam memperluas edukasi kebencanaan, mulai dari tingkat desa hingga lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya saat membuka sosialisasi sekaligus meresmikan Kampung Siaga Bencana, Sekda Dayan Albar menegaskan bahwa keberadaan KSB bukan sekadar program seremonial, melainkan menjadi wadah pemberdayaan masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana.
"Kampung Siaga Bencana diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang lebih tangguh, memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko dapat diminimalkan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, serta terkoordinasi," ujar Dayan.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan tersebut, khususnya Kementerian Sosial RI, Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara, BPBD, Tagana, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga seluruh peserta yang mengikuti pelatihan.
Perwakilan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI sekaligus PIC Wilayah Aceh, Ade Hermawan, menjelaskan bahwa sosialisasi KSB bertujuan membentuk relawan-relawan desa yang memiliki kemampuan dasar dalam mitigasi, tanggap darurat, hingga penanganan awal saat terjadi bencana.
"Yang ingin kita bangun adalah semangat kepedulian. Ketika bencana datang, masyarakat tidak panik, tetapi mampu bertindak cepat, sigap, dan saling membantu. Nilai kemanusiaan dan gotong royong menjadi fondasi utama Kampung Siaga Bencana," katanya.
Sementara itu, Camat Tanah Jambo Aye Fauzi, S.STP., M.AP. menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dipilihnya Kecamatan Tanah Jambo Aye sebagai lokasi pembentukan Kampung Siaga Bencana.
Menurutnya, program tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam meningkatkan kapasitas menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Kami berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat luas. Dengan demikian, budaya siaga bencana dapat tumbuh di setiap desa," ujarnya.
Usai meresmikan Kampung Siaga Bencana, Sekda Aceh Utara bersama Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara, Ketua Tagana Aceh, Camat Tanah Jambo Aye, serta unsur Forkopimcam melanjutkan kunjungan ke MTsN 1 Aceh Utara untuk meninjau pelaksanaan program Tagana Masuk Sekolah (TMS).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMS yang dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini. Melalui program ini, para pelajar dibekali pengetahuan mengenai potensi bencana, langkah penyelamatan diri, hingga pentingnya kepedulian terhadap sesama saat terjadi kondisi darurat.
Kepala Dinas Sosial dan P3A Aceh Utara, Fakhruradhi, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi Kampung Siaga Bencana diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari unsur relawan, pemuda, perangkat desa, kader pendidikan, serta kader kesehatan.
"Kegiatan ini berlangsung selama empat hari dengan pendampingan langsung dari Tim Direktorat PSKB Kementerian Sosial RI. Kami berharap para peserta nantinya menjadi penggerak kesiapsiagaan bencana di desa masing-masing, sementara melalui program Tagana Masuk Sekolah, budaya sadar bencana juga dapat tumbuh di kalangan generasi muda," jelasnya.
Melalui pelaksanaan Kampung Siaga Bencana dan Tagana Masuk Sekolah, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap terbentuk ekosistem penanggulangan bencana yang semakin kuat, dimulai dari masyarakat desa hingga lingkungan pendidikan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)






