file-00000000b99471faaab8340ea027b893

BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, memaparkan rencana pelaksanaan PASE Fest 2026 kepada sejumlah awak media di kantor Bank Indonesia Lhokseumawe, Kamis 5 Maret 2026.




KabarOne.id | Lhokseumawe — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersiap menggelar PASE Fest 2026, sebuah festival ekonomi yang dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat di kawasan Pase.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Maret 2026 di Lhokseumawe, dengan menghadirkan berbagai program ekonomi, sosial, hingga edukasi keuangan yang melibatkan pelaku usaha, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan di daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Prabu Dewanto, mengatakan bahwa PASE Fest bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wadah sinergi untuk memperkuat perekonomian masyarakat melalui pendekatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“PASE Fest 2026 kami rancang sebagai ruang akselerasi dan kolaborasi untuk menghidupkan kembali ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM, digitalisasi transaksi, stabilitas harga, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Prabu Dewanto dalam pemaparannya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan pemulihan ekonomi di wilayah kerja Bank Indonesia Lhokseumawe dapat berjalan lebih cepat dan merata.

Mengusung tema “Ramadhan: Momentum Bangkit Bersama dalam Bingkai Ekonomi Syariah”, PASE Fest 2026 diharapkan mampu menumbuhkan optimisme masyarakat sekaligus memperkuat peran ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah.

Menurut Prabu Dewanto, festival ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, mendorong sinergi pengembangan ekonomi syariah, meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, menjaga stabilitas harga di masyarakat, serta menghidupkan kembali aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempercepat digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan sistem pembayaran modern.

“Ekonomi syariah memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui PASE Fest ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk merasakan langsung manfaat dari penguatan ekosistem ekonomi syariah,” jelasnya.

Selama dua hari pelaksanaan, PASE Fest 2026 akan diramaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Pada 7 Maret 2026, sejumlah agenda akan digelar, di antaranya bazar UMKM, perlombaan Islami seperti lomba mewarnai, hafalan surat pendek, dan lomba adzan, serta kegiatan edukasi keuangan melalui program Belanja Bijak.

Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan sosialisasi terkait penggunaan QRIS, program Cinta Bangga Paham Rupiah, serta literasi ekonomi dan keuangan syariah. Dalam kesempatan tersebut, juga disediakan layanan perbankan terbatas bagi masyarakat.

Sementara itu, pada 8 Maret 2026, kegiatan akan dilanjutkan dengan Dai Cilik, dakwah ekonomi syariah, olimpiade ekonomi syariah, serta penutupan acara melalui closing ceremony.

Tidak hanya itu, PASE Fest juga menghadirkan sejumlah kegiatan pendukung seperti pasar murah, penukaran uang rupiah, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya transaksi digital dan pengelolaan keuangan secara bijak.

Prabu Dewanto menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan festival tersebut. Melalui sosialisasi QRIS dan berbagai program edukasi pembayaran digital, Bank Indonesia berharap masyarakat semakin terbiasa menggunakan transaksi non-tunai.

“Digitalisasi transaksi akan meningkatkan efisiensi ekonomi sekaligus memperkuat sistem keuangan yang lebih modern, transparan, dan inklusif,” ujarnya.

Dipilihnya Kota Lhokseumawe sebagai lokasi utama kegiatan dinilai memiliki alasan strategis. Kota ini dianggap memiliki perkembangan ekonomi yang cukup progresif dan berpotensi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi bagi wilayah sekitarnya, termasuk kawasan Pase.

Wilayah kerja Bank Indonesia Lhokseumawe sendiri mencakup sejumlah kabupaten dan kota di kawasan tersebut yang terus menunjukkan geliat ekonomi, terutama dari sektor UMKM.

“Melalui PASE Fest 2026, kami berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat perekonomian daerah,” kata Prabu Dewanto.

Bank Indonesia berharap penyelenggaraan PASE Fest 2026 tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga mampu membangun optimisme masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

“Ramadhan adalah momentum kebersamaan. Kami ingin menjadikan momen ini sebagai titik kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah Pase,” tutup Prabu Dewanto.

Dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, PASE Fest 2026 diproyeksikan menjadi salah satu festival ekonomi terbesar di kawasan Lhokseumawe dan Aceh Utara, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah.(*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase
  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase
  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase
  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase
  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase
  • BI Lhokseumawe Gelar PASE Fest 2026, Dorong Kebangkitan Ekonomi Syariah di Tanah Pase