Muhammad Adam Pimpin Alumni UIN Sultanah Nahrasiah, Perkuat Lintas Generasi
KabarOne.ID | Lhokseumawe — Semangat kebersamaan dan harapan baru mewarnai pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat kampus tersebut, Senin (9/3/2026). Dalam forum yang mempertemukan hampir 200 alumni lintas generasi itu, satu nama muncul sebagai simbol persatuan dan harapan masa depan Muhammad Adam, M.Ed.
Melalui proses musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, Muhammad Adam dipercaya secara aklamasi untuk memimpin Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe periode 2026–2030. Keputusan bulat para peserta Mubes ini menjadi penanda kuat bahwa sosok Adam dinilai memiliki kapasitas, pengalaman, dan visi besar untuk menggerakkan potensi alumni yang tersebar di berbagai bidang.
Mubes tersebut menjadi momentum bersejarah karena mempertemukan alumni dari berbagai fase perjalanan kampus, mulai dari masa STIS, STAIM, STAIN Malikussaleh, IAIN Lhokseumawe, hingga kini berkembang menjadi UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe. Kehadiran lintas generasi ini memperlihatkan besarnya kekuatan jaringan alumni yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan institusi pendidikan tersebut.
Ketua Pimpinan Sidang Mubes, Nazaruddin, menjelaskan bahwa proses pemilihan ketua alumni dilakukan melalui mekanisme strukturisasi yang melibatkan berbagai unsur alumni dari beragam angkatan. Dalam dinamika forum yang berlangsung demokratis dan terbuka, nama Muhammad Adam menguat sebagai figur pemersatu.
“Alhamdulillah, setelah cukup lama vakum, hari ini kita berhasil melaksanakan Musyawarah Besar Alumni dan memilih ketua yang baru. Seluruh peserta sepakat secara aklamasi mempercayakan kepemimpinan kepada Muhammad Adam, M.Ed.,” ujar Nazaruddin.
Menurutnya, para alumni menaruh harapan besar kepada Adam untuk menghidupkan kembali ikatan alumni sebagai rumah bersama yang mampu menyatukan potensi alumni sekaligus memperkuat hubungan strategis dengan kampus.
“Kami yakin di bawah kepemimpinan Muhammad Adam, ikatan alumni ini akan semakin solid. Beliau diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang kuat antara alumni dan universitas demi kemajuan pendidikan,” tambahnya.
Bagi Muhammad Adam, kepercayaan tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan komitmen dan dedikasi tinggi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh alumni yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
“Amanah ini bukan hanya milik saya, tetapi milik kita semua. Saya percaya kekuatan alumni UIN Sultanah Nahrasiah sangat besar jika kita mampu bersatu, saling mendukung, dan berkontribusi bersama,” ujar Adam.
Adam menegaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya adalah mengonsolidasikan jaringan alumni, memperkuat komunikasi antaralumni lintas generasi, serta memberdayakan potensi alumni agar dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi sesama alumni maupun bagi kampus.
Ia menilai bahwa alumni UIN Sultanah Nahrasiah memiliki sumber daya yang luar biasa. Banyak di antara mereka yang kini telah berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari dunia pendidikan, pemerintahan, hingga sektor profesional lainnya.
“Alumni kita bukan hanya sarjana, tetapi banyak yang telah melanjutkan pendidikan hingga jenjang S2 dan S3. Ini merupakan potensi besar yang harus disatukan agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kampus,” jelasnya.
Sebagai langkah awal setelah terpilih, Adam berkomitmen segera melakukan konsolidasi organisasi dengan membentuk tim khusus yang bertugas menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), merumuskan program kerja strategis, serta menyusun struktur organisasi alumni yang representatif.
Selain penguatan kelembagaan, Adam juga menaruh perhatian besar pada penguatan silaturahmi alumni lintas generasi. Menurutnya, hubungan emosional antaralumni adalah fondasi penting untuk membangun organisasi yang kuat dan berdaya.
Momentum Idulfitri mendatang bahkan telah disiapkan sebagai agenda awal untuk mempertemukan kembali alumni dari berbagai angkatan, mulai dari masa STIS hingga era UIN Sultanah Nahrasiah.
“Kita ingin merangkul semua alumni tanpa sekat angkatan. Idulfitri nanti menjadi momentum yang tepat untuk mempererat kembali silaturahmi dan menyatukan langkah,” ungkap Adam.
Sementara itu, Musyawarah Besar Alumni tersebut sebelumnya dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial Murdani, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran alumni dalam mendukung kemajuan universitas.
Menurut Danial, alumni merupakan aset strategis yang dapat memberikan kontribusi besar bagi pengembangan institusi pendidikan, baik melalui pemikiran, jejaring, maupun kolaborasi program.
Ia juga menegaskan bahwa proses pemilihan ketua alumni sepenuhnya menjadi kewenangan para alumni tanpa campur tangan dari pihak kampus.
“Tidak ada tekanan apa pun dari pihak universitas. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada para alumni untuk memilih pemimpinnya. Harapannya, ikatan alumni ini dapat menjadi mitra strategis bagi kampus dalam memajukan pendidikan,” ujar Danial.
Dengan terpilihnya Muhammad Adam sebagai ketua alumni yang baru, para alumni menaruh harapan besar agar organisasi ini kembali aktif dan mampu menjadi wadah kolaborasi yang kuat.
Di tangan Adam, Ikatan Alumni UIN Sultanah Nahrasiah Lhokseumawe diharapkan tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi juga motor penggerak kontribusi nyata bagi kemajuan kampus, pembangunan sumber daya manusia, serta penguatan jaringan alumni di tingkat nasional bahkan internasional.
Musyawarah Besar ini pun menjadi awal dari babak baru perjalanan alumni UIN Sultanah Nahrasiah sebuah langkah menuju organisasi yang lebih solid, progresif, dan berdampak luas bagi masa depan pendidikan.(*)





