file-00000000b99471faaab8340ea027b893

Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe



Kabaraone.ID - Lhokseumawe kembali mencatatkan babak baru dalam sejarah politik lokal. Sebuah generasi yang dahulu tumbuh di ruang-ruang alternatif, di panggung musik keras dan diskusi independen, kini berdiri di garis depan kepemimpinan partai politik. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Lhokseumawe resmi dinakhodai oleh anak-anak muda yang pernah menjadi bagian dari komunitas underground.

Momentum itu terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026, saat Hery Herman Saputra resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PAN Kota Lhokseumawe dalam Musyawarah Daerah yang digelar di Kantor DPW PAN Aceh. Penetapan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan penanda estafet kepemimpinan baru yang membawa warna segar dalam tubuh partai berlambang matahari putih itu.

Hery tidak berjalan sendiri. Ia didampingi oleh Ilham Firdaus sebagai Sekretaris dan Muhammad Wali Al Khalidi sebagai Bendahara. Ketiganya bukan hanya rekan dalam struktur partai, tetapi juga pernah berada dalam fase yang sama sebagai bagian dari komunitas underground, sebuah subkultur yang dikenal bergerak di luar arus utama, menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, solidaritas, dan prinsip kemandirian Do It Yourself (DIY).

Komunitas underground sering kali dipahami sebagai ruang alternatif bagi anak muda yang menolak kemapanan. Identik dengan musik punk dan metal, gagasan independen, serta keberanian menantang norma konservatif, komunitas ini sejatinya adalah sekolah kepemimpinan non-formal. Di sana, solidaritas dibangun tanpa pamrih, kegiatan diselenggarakan tanpa ketergantungan, dan gagasan disuarakan tanpa rasa takut.

Nilai-nilai itulah yang kini bermetamorfosis dalam kepemimpinan politik mereka.

Transformasi ini menghadirkan narasi yang tidak biasa, dari panggung kecil penuh dentuman musik menuju ruang sidang penuh dinamika kebijakan. Dari kritik terhadap sistem menjadi bagian dari sistem itu sendiri untuk melakukan perubahan dari dalam.

Legislator Muda dengan Akar Komunitas

Nama Hery Herman Saputra sendiri telah lebih dulu dikenal publik sebagai anggota legislatif dari Partai Amanat Nasional yang terpilih pada Pemilu 2023. Di DPRK Lhokseumawe, ia tergabung dalam Fraksi Kebangkitan Amanat Persatuan Keadilan Sejahtera dan dipercaya duduk di Komisi B.

Komisi B merupakan salah satu komisi strategis yang membidangi ekonomi, perdagangan, keuangan, dan pembangunan sektor-sektor vital yang bersentuhan langsung dengan denyut kehidupan masyarakat. Peran tersebut menempatkan Hery dalam posisi penting untuk memperjuangkan kebijakan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Kini, dengan amanah tambahan sebagai Ketua DPD PAN Lhokseumawe, tanggung jawabnya semakin besar. Ia tidak hanya berbicara dalam kapasitas sebagai legislator, tetapi juga sebagai pemimpin partai yang menentukan arah konsolidasi dan strategi politik ke depan.

Kehadiran Ilham Firdaus dan Muhammad Wali Al Khalidi melengkapi formasi kepengurusan yang merepresentasikan semangat regenerasi. Latar belakang mereka di komunitas underground menjadi modal sosial yang kuat, karena mereka telah terbiasa membangun jaringan, mengorganisir kegiatan, serta menjaga loyalitas komunitas.

Kepemimpinan ini menghadirkan optimisme bahwa politik lokal dapat bergerak lebih dinamis dan inklusif. Bahwa generasi muda bukan hanya objek politik, melainkan subjek utama yang mampu memimpin dan merumuskan arah perubahan.

Penetapan pada 15 Februari 2026 itu menjadi simbol bahwa politik terus berevolusi. Bahwa ruang-ruang alternatif yang dulu dianggap pinggiran kini mampu melahirkan pemimpin di panggung utama. Dari bawah tanah menuju struktur resmi, dari idealisme komunitas menuju kebijakan publik.

DPD PAN Lhokseumawe kini berada di tangan generasi yang pernah hidup dalam semangat kebebasan dan independensi. Sebuah kombinasi antara idealisme masa muda dan tanggung jawab struktural.

Lhokseumawe tidak hanya menyaksikan pergantian kepemimpinan. Ia sedang melihat lahirnya narasi baru, ketika semangat underground menjelma menjadi energi pembangunan, dan anak muda membuktikan bahwa mereka tidak sekadar bisa bersuara tetapi juga mampu memimpin.(*)



Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe
  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe
  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe
  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe
  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe
  • Dari Panggung Underground ke Panggung Politik: Trio Anak Muda Nahkodai DPD PAN Lhokseumawe