file-00000000b99471faaab8340ea027b893

Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?



KabarOne.ID | Aceh Utara - Dana Meugang sebesar Rp19.550.000.000 dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah resmi masuk ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Aceh Utara pada Rabu (11/2/2026). Bantuan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir menjelang Ramadhan. Namun hingga hari ini, dana miliaran rupiah itu belum juga menyentuh tangan rakyat.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara beralasan masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat sebagai dasar hukum penyaluran anggaran. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Aceh Utara, Nazar Hidayat, menyebut pihaknya masih menggelar rapat dan belum menerima surat edaran resmi terkait mekanisme distribusi.

“Belum ada petunjuk teknis dari pusat atau provinsi. Jadi kami belum bisa menyalurkan,” ujarnya.

Alasan administratif ini justru memantik kritik keras dari masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi warga yang terpukul pascabanjir dan kebutuhan yang meningkat jelang Ramadhan, dana bantuan justru “parkir aman” di kas daerah.

Abdul Hadi (48), warga Lhoksukon, menyampaikan kritik pedas terhadap kinerja Pemkab Aceh Utara.

“Pemerintah Aceh Utara terlalu lambat dari segala aspek. Semua bantuan selalu lambat disalurkan. Selalu tunggu aturan, tunggu juknis, tunggu rapat. Sementara rakyat tidak bisa menunggu,” tegasnya.

Ia menyoroti ketimpangan respons dibanding daerah lain. Pemerintah Kota Lhokseumawe disebutnya bergerak lebih cepat menyalurkan bantuan banjir, termasuk dana stimulan perbaikan rumah rusak bagi warga terdampak.

“Di Lhokseumawe bantuan sudah jalan. Rumah rusak sudah dibantu. Kenapa Aceh Utara selalu tertinggal? Dana sudah ada, tapi tidak ada keberanian mengambil langkah cepat,” sindir Abdul Hadi.

Menurutnya, terlalu sering pemerintah berlindung di balik alasan prosedur tanpa menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan solutif. Dalam situasi darurat, publik menuntut kecepatan dan keberpihakan, bukan sekadar rapat dan kajian administratif.

Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, sebelumnya membenarkan dana telah masuk dan pihaknya tengah mempersiapkan administrasi sembari menunggu juknis resmi.

Namun bagi masyarakat, pernyataan itu terdengar berulang tanpa kepastian waktu. Dana sudah cair. Rekening sudah terisi. Yang belum cair hanyalah keberanian birokrasi untuk bergerak cepat.

Kini pertanyaannya sederhana, jika bukan sekarang, kapan lagi rakyat Aceh Utara merasakan bantuan yang memang ditujukan untuk mereka? (*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?
  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?
  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?
  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?
  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?
  • Rp19,5 Miliar Mengendap, Rakyat Menjerit: Aceh Utara Tunggu Apa Lagi?