Aceh-Water-HD-1

Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru

Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal bersama istri, Ny. Cut Veniaty Kamal, melewati prosesi tradisi pedang pora saat penyambutan di Makorem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Aceh, Rabu 21 Oktober 2026. (Foto : Dok. Penrem 011/LW)



KabarOne.ID | Lhokseumawe – Perpaduan kehormatan militer dan kearifan budaya Aceh mewarnai tradisi lepas sambut Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa di Markas Korem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Rabu (21/10/2026). Prosesi tersebut menandai penerimaan Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal sebagai Danrem yang baru sekaligus pelepasan Brigjen TNI Ali Imran yang akan melanjutkan pengabdian di jabatan berikutnya.

Suasana penyambutan berlangsung khidmat ketika prajurit dan pegawai negeri sipil (PNS) TNI berbaris di sepanjang akses masuk Makorem. Nyanyian selamat datang mengiringi kedatangan Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal bersama istrinya, Ny. Cut Veniaty Kamal, yang disambut hangat oleh keluarga besar Korem 011/Lilawangsa.

Nuansa budaya Aceh turut memperkuat prosesi tersebut. Anak-anak TK Kartika IV-3 Korem Lhokseumawe menampilkan tari Ranup Lampuan, tarian tradisional yang identik dengan keramahan dan penghormatan dalam menyambut tamu. Penampilan itu menghadirkan sentuhan kearifan lokal di tengah rangkaian tradisi militer yang sarat makna.

Penghormatan kemudian dilanjutkan melalui prosesi jajar kehormatan dan pedang pora. Formasi pedang yang dibentangkan prajurit menjadi simbol penghormatan sekaligus penyambutan bagi pemimpin baru yang akan meneruskan roda kepemimpinan di lingkungan Korem 011/Lilawangsa.

Rangkaian tradisi berlanjut dengan penciuman Dhuaja satuan oleh Kolonel Inf Teuku Mustafa Kamal. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam tradisi penerimaan warga baru satuan, sekaligus mencerminkan penghormatan terhadap kehormatan, identitas, dan nilai-nilai pengabdian yang dijunjung tinggi oleh prajurit.

Danrem yang baru bersama istri selanjutnya mengikuti prosesi penerimaan oleh Wakil Kepala Staf Korem (Kasrem) 011/Lilawangsa, Letkol Inf Novi Widiyanto, bersama para komandan kodim (Dandim) dan Komandan Satuan Dinas Jawatan (Satdisjan) jajaran Korem 011/Lilawangsa.

Tak hanya berisi seremoni penyambutan, agenda lepas sambut juga diisi rapat pimpinan, ramah tamah, perkenalan pejabat baru, serta pamitan pejabat lama. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ahmad Yani Korem 011/Lilawangsa itu menjadi ruang bagi prajurit, PNS TNI, dan keluarga besar satuan untuk mempererat silaturahmi serta menjaga kesinambungan hubungan kerja.

Di balik prosesi pergantian kepemimpinan tersebut, terselip penghormatan kepada Brigjen TNI Ali Imran atas pengabdiannya selama memimpin Korem 011/Lilawangsa. Suasana haru dan keakraban mengiringi pelepasan Ali Imran bersama istrinya, Ny. Dini Ali Imran, saat diantar oleh prajurit dan PNS TNI keluarga besar Korem 011/Lilawangsa.

Pergantian jabatan dalam organisasi militer merupakan bagian dari dinamika pembinaan personel dan kesinambungan kepemimpinan. Namun, tradisi lepas sambut juga menjadi momentum untuk menjaga nilai kebersamaan, menghargai pengabdian pemimpin terdahulu, serta menyambut kepemimpinan baru dengan semangat dan tanggung jawab.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 011/Lilawangsa, Mayor Cpm Koko Haryono, mengatakan pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI Angkatan Darat, khususnya di lingkungan Korem 011/Lilawangsa yang berada di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda.

Menurutnya, pergantian kepemimpinan diperlukan untuk menjaga kesinambungan organisasi, pembinaan satuan, serta pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara optimal.

“Pergantian pejabat merupakan bagian dari dinamika organisasi TNI AD, khususnya Korem 011/Lilawangsa jajaran Kodam Iskandar Muda, untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, pembinaan satuan, dan pelaksanaan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menegaskan, tradisi lepas sambut tidak sekadar menjadi seremoni pergantian pejabat, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan kepada pemimpin yang telah menuntaskan masa tugas sekaligus penerimaan terhadap pemimpin baru yang akan meneruskan pengabdian.

Dengan kepemimpinan yang berlanjut dan soliditas seluruh personel yang tetap terjaga, keluarga besar Korem 011/Lilawangsa diharapkan terus memperkuat disiplin, profesionalisme, serta kesiapan dalam menjalankan setiap tugas.

Pada akhirnya, perpaduan pedang pora dan Ranup Lampuan dalam tradisi lepas sambut tersebut bukan hanya menghadirkan penghormatan militer dan kehangatan budaya Aceh. Lebih dari itu, keduanya menjadi gambaran bahwa kesinambungan pengabdian, penghargaan terhadap tradisi, dan kebersamaan merupakan bagian penting dalam menjaga kehormatan satuan serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru
  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru
  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru
  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru
  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru
  • Tradisi Militer Berpadu Budaya Aceh, Korem 011/Lilawangsa Sambut Danrem Baru