Herry Palawija, Tokoh Inspiratif Petani Milenial dan Pengusaha Pertanian dari Bener Meriah
KabarOne.ID | Bener Meriah - Kabupaten Bener Meriah dikenal sebagai salah satu daerah agraris utama di Aceh. Selain terkenal sebagai penghasil kopi Arabika berkualitas ekspor, daerah yang berada di dataran tinggi Gayo ini juga menjadi sentra produksi hortikultura dan palawija yang menopang perekonomian masyarakat.
Di tengah dominasi sektor pertanian tersebut, muncul sosok inspiratif dari kalangan generasi muda yang berhasil membuktikan bahwa bertani bukanlah profesi kelas dua. Ia adalah Herry, yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Herry Palawija. Lahir di Ujung Gele pada tahun 1991, Herry termasuk dalam generasi milenial yang berada pada usia produktif dan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Sebelum menekuni dunia pertanian secara serius, Herry pernah bekerja sebagai tenaga honorer di salah satu instansi pemerintahan. Namun, ia memilih meninggalkan impian menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) demi fokus membangun usaha di sektor pertanian yang diyakininya memiliki masa depan cerah.
Perjalanan sukses Herry dimulai dari budidaya daun bawang. Saat banyak orang menganggap komoditas tersebut sebagai tanaman biasa, Herry melihat peluang besar di dalamnya. Dengan ketekunan dan pengelolaan yang baik, ia berhasil menghasilkan panen hingga beberapa ton dan meraih omzet yang sangat menjanjikan.
Keberhasilannya saat itu membuat banyak orang terkejut sekaligus kagum. Tanaman yang sebelumnya dianggap sepele justru mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan ketika dikelola secara serius dan profesional.
Hingga kini, Herry masih terus membudidayakan daun bawang di berbagai lokasi lahan yang dikelolanya. Selain itu, ia juga mengembangkan budidaya kentang dalam skala besar dengan kebutuhan bibit yang mencapai hitungan ton setiap musim tanam.
Saat ini, sebagian besar lahan yang dikelolanya ditanami kentang dan daun bawang. Usahanya juga telah membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar, khususnya kalangan pemuda. Menariknya, Herry tidak hanya memberikan pekerjaan, tetapi juga berbagi ilmu dan pengalaman tentang dunia pertanian kepada generasi muda.
Menurut Herry, menjadi petani tidak boleh dipandang sebelah mata. Ia selalu mendorong para pemuda untuk tidak gengsi menekuni sektor pertanian karena bidang ini memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Baginya, semangat, kerja keras, dan ketekunan adalah modal utama untuk meraih kesuksesan.
Tidak hanya itu, Herry juga dikenal sering membantu pemuda yang ingin memulai usaha pertanian secara mandiri. Ia kerap memberikan dukungan modal maupun motivasi agar mereka dapat berkembang dan sukses bersama. Baginya, kemajuan akan lebih bermakna jika dapat dirasakan oleh banyak orang.
Kesuksesan sebagai petani mendorong Herry memperluas usahanya ke sektor perdagangan hasil pertanian. Ia kini memiliki jaringan usaha pengiriman dan pemasaran hasil tani yang memasok berbagai komoditas ke sejumlah daerah di Aceh, seperti Lhokseumawe, Banda Aceh, dan Bireuen.
Komoditas yang dipasarkan tidak hanya berasal dari lahan miliknya sendiri, tetapi juga dibeli dari petani lain. Dengan demikian, usahanya turut membantu memperluas akses pasar bagi petani lokal sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian di Bener Meriah.
Semangat dan fokus Herry terhadap sektor pertanian menjadi bukti bahwa profesi petani milenial memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Ia ingin mematahkan stigma bahwa petani merupakan profesi dengan tingkat sosial yang rendah. Sebaliknya, menurutnya, pertanian adalah sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja, mendukung ketahanan pangan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi banyak orang.
Melalui kerja keras, keberanian mengambil risiko, dan komitmennya terhadap dunia pertanian, Herry Palawija telah menjadi contoh nyata bahwa generasi muda dapat sukses di sektor pertanian. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa masa depan tidak selalu harus dicari di balik meja kantor, tetapi juga bisa tumbuh subur dari tanah yang diolah dengan tekad dan ketekunan.(*)





