Kian Perkasa Pasca-Merger, Adira Finance Cetak Lompatan Kinerja Spektakuler di Awal 2026
Jakarta | KabarOne.ID - Transformasi besar yang dilakukan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mulai membuahkan hasil nyata. Usai merampungkan merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), perusahaan langsung melesat dengan performa yang tak hanya solid, tetapi juga melampaui ekspektasi pasar.
Pada kuartal I-2026, Adira Finance sukses membukukan laba bersih Rp 484,13 miliar, melonjak 25,50% secara tahunan (year on year/yoy). Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 385,76 miliar, pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi merger berjalan efektif dan memberikan nilai tambah signifikan.
Tak berhenti di situ, pendapatan perseroan juga ikut terkerek menjadi Rp 3,21 triliun atau tumbuh 7,24% yoy. Pertumbuhan ini ditopang oleh performa stabil pada pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan. Menariknya, di tengah ekspansi, Adira tetap mampu menjaga efisiensi dengan menekan beban bunga dan provisi—menciptakan fondasi profitabilitas yang lebih sehat.
Dari sisi operasional, laju bisnis Adira terlihat semakin agresif. Pembiayaan baru melonjak 52% yoy menjadi Rp 11,9 triliun, mencerminkan meningkatnya permintaan di berbagai segmen, baik otomotif maupun non-otomotif. Dampaknya, total piutang pembiayaan yang dikelola pun meningkat 18% yoy menjadi Rp 64,7 triliun hingga Maret 2026.
Kinerja ini menjadi semakin menonjol ketika dibandingkan dengan industri. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan piutang pembiayaan nasional hanya mencapai 1,01% yoy per Februari 2026. Dengan kata lain, Adira Finance tampil sebagai outlier positif—melaju jauh di atas rata-rata industri.
Tak hanya mengejar pertumbuhan, kualitas aset juga menjadi perhatian serius. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross berhasil ditekan ke level 1,9%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,78%. Ini menegaskan bahwa ekspansi yang dilakukan tetap dalam koridor kehati-hatian.
Merger yang efektif sejak 1 Oktober 2025 ini merupakan bagian dari langkah strategis jangka panjang Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai pemegang saham pengendali. Integrasi kekuatan Mandala Finance, khususnya di pembiayaan roda dua, kini menjadi motor baru bagi pertumbuhan Adira.
Hasilnya, total aset Adira Finance melonjak menjadi Rp 39,74 triliun atau naik 23,69% dibandingkan sebelum merger. Di sisi lain, rasio financing to asset ratio (FAR) tetap terjaga di level 90,70%, menunjukkan likuiditas yang tetap sehat di tengah ekspansi pesat.
Dengan performa yang kian solid dan strategi yang terarah, Adira Finance kini bukan sekadar bertumbuh—melainkan tengah mempertegas posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di industri pembiayaan nasional.(*)





