Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini


Momen foto bersama yang penuh energi di Aula FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, memperingati Hari Kartini, Selasa 21 April 2026. (Foto : Dok Fuad UIN Suna)


KabarOne.ID | Lhokseumawe - Momentum Hari Kartini dimanfaatkan maksimal oleh Komunitas Tika Beut bersama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Keduanya tampil sebagai motor penggerak literasi perempuan melalui kegiatan bertajuk Perempuan Berdaya, Rupiah Berjaya, Selasa (21/4/2026).

Bertempat di Aula FUAD lantai 3, kegiatan ini memperlihatkan peran strategis kampus dan komunitas dalam membangun kesadaran finansial generasi muda, khususnya perempuan. Tika Beut tampil bukan sekadar penyelenggara, tetapi sebagai ruang intelektual yang aktif mendorong diskusi kritis dan edukatif di lingkungan kampus.

Mengusung semangat perjuangan R.A. Kartini, kegiatan ini menghadirkan edukasi “cinta, paham, dan bangga rupiah” yang dikemas interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Fokus utamanya adalah memperkuat kapasitas perempuan dalam mengelola keuangan, baik di lingkup keluarga maupun sosial.

Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Mahdi, M.H., menegaskan bahwa FUAD berkomitmen menjadi ruang tumbuh bagi gagasan-gagasan progresif mahasiswa.

“FUAD mendukung penuh kegiatan seperti ini. Perempuan hari ini harus cerdas secara intelektual sekaligus finansial. Literasi keuangan adalah fondasi penting dalam membangun kemandirian,” ujarnya.

Peran Tika Beut sebagai komunitas kampus juga mendapat sorotan. Melalui Episode 33, Tika Beut kembali menunjukkan eksistensinya sebagai wadah diskusi yang konsisten menghadirkan isu-isu aktual dan bermanfaat.

Pembina Tika Beut, Dr. Rizki Wahyudi, M.Kom.I, menyebut sinergi dengan FUAD menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem belajar yang sehat.

“Tika Beut dan FUAD adalah kombinasi yang saling menguatkan. Kami ingin menghadirkan ruang belajar yang hidup, terbuka, dan berdampak nyata bagi mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Tika Beut, Jihan Fanyra, menilai antusiasme peserta menjadi bukti bahwa gerakan literasi yang dibangun Tika Beut mendapat tempat di hati mahasiswa.

“Tika Beut akan terus menjadi ruang bagi perempuan muda untuk tumbuh, berpikir kritis, dan berdaya. Semangat Kartini kami hidupkan lewat aksi nyata,” ungkapnya.

Dengan kolaborasi kuat antara Tika Beut dan FUAD, peringatan Hari Kartini kali ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga langkah konkret membangun perempuan yang mandiri, cerdas, dan siap menghadapi tantangan ekonomi masa depan.(*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini
  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini
  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini
  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini
  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini
  • Tika Beut dan FUAD UIN Suna Jadi Motor Literasi Perempuan di Hari Kartini