PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah

Suasana sosialisasi rencana pemboran eksplorasi sumur Rayeu D-1 oleh PT Pema Global Energi (PGE) bersama BPMA yang berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Kamis (30/04). Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, Forkopimda, serta pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan koordinasi dan dukungan terhadap pengembangan sektor migas di Aceh Utara.(Foto : Ist)



KabarOne.ID | Aceh Utara – Optimisme kebangkitan industri minyak dan gas (migas) di Aceh Utara kian nyata. PT Pema Global Energi (PGE) bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menunjukkan langkah progresif melalui sosialisasi rencana pemboran eksplorasi sumur Rayeu D-1—sebuah inisiatif strategis yang diyakini membuka peluang cadangan energi baru sekaligus menghidupkan kembali kejayaan migas di Tanah Pase.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kamis (30/04), menjadi momentum penting yang mempertemukan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta pemangku kepentingan lainnya dalam satu visi besar: mendorong investasi dan ketahanan energi dari daerah.

General Manager PGE, Andika Mahardika, melalui Field Manager Agung Widyantoro, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen nyata perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi di Wilayah Kerja B yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun sejak era Mobil Oil.

“Pemboran ini bukan sekadar kegiatan eksplorasi, tetapi wujud keseriusan kami bersama BPMA untuk menemukan sumber energi baru dan memperpanjang usia produksi migas Aceh,” ujarnya.

PGE, lanjutnya, selama ini konsisten melakukan berbagai terobosan strategis, mulai dari pemboran sumur A-55 dan Rayeu-C1, pelaksanaan seismik tiga dimensi berskala luas—yang menjadi salah satu yang terbesar di luar Pulau Jawa—hingga modernisasi fasilitas produksi di Cluster 4.

Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai bukti nyata kesungguhan PGE dalam memperkuat kontribusi sektor migas terhadap perekonomian daerah dan nasional.

“Kami ingin kehadiran PGE tidak hanya berdampak pada produksi energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pembangunan Aceh, khususnya Aceh Utara,” tambah Andika.

Apresiasi pun datang dari BPMA. Kepala Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal, Irham M Amin, menilai komitmen PGE sebagai energi baru dalam upaya mencapai target produksi nasional tahun 2030.

“Ini adalah langkah strategis yang sejalan dengan target nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari. PGE menunjukkan dedikasi dan semangat luar biasa dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ungkapnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Bupati Ismail A Jalil melalui Wakil Bupati Tarmizi menegaskan kesiapan daerah dalam menyambut investasi, khususnya di sektor migas yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi.

“Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh kepada BPMA dan PGE. Ini adalah peluang besar untuk menggerakkan kembali ekonomi daerah dan mewujudkan semangat ‘Aceh Utara Bangkit’,” ujarnya.

Menurutnya, sosialisasi ini bukan hanya formalitas, melainkan ruang strategis untuk membangun komunikasi terbuka antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

“Dengan komunikasi yang baik, setiap tahapan kegiatan dapat dipahami masyarakat secara utuh, sehingga tercipta kepercayaan dan dukungan bersama,” pungkasnya.(*)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah
  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah
  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah
  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah
  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah
  • PGE Tancap Gas di Aceh Utara, Sumur Rayeu D-1 Jadi Sinyal Kuat Kebangkitan Migas Daerah