Dari Gampong Mancang ke Panggung Nasional, Kilau Tiga Tahun Kabarone.id
Di ufuk timur Kabupaten Aceh Utara, ketika mentari menyentuh hamparan sawah dan jalan lintas nasional Banda Aceh–Medan mulai ramai dilalui kendaraan, ada denyut lain yang tumbuh pelan namun pasti. Denyut itu bukan sekadar aktivitas warga atau geliat ekonomi desa. Ia adalah denyut informasi suara yang lahir dari Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, dan kini menggema hingga lintas provinsi.
Gampong Mancang bukan sekadar titik koordinat geografis. Ia berada di kawasan yang berdekatan dengan Geudong, wilayah yang sejak dahulu menjadi bagian penting dalam mozaik sejarah Samudera, tanah yang menyimpan jejak peradaban Islam dan kebesaran Aceh. Dari tanah yang kaya nilai budaya, semangat juang, dan kearifan lokal inilah, sebuah media online tumbuh. Sebuah bukti bahwa kekuatan gagasan tidak mengenal batas ruang, ia bisa lahir dari desa dan menembus cakrawala nasional.
Sebuah Mimpi yang Tumbuh dari Tekad
Awalnya adalah gagasan sederhana sebuah “keisengan” kreatif yang dipenuhi rasa ingin berbuat lebih bagi daerah. Namun dari gagasan itu tumbuh tekad besar menghadirkan media independen yang tajam dalam analisis, cepat dalam penyajian, dan kuat berakar pada realitas masyarakat.
Di era ketika arus informasi bergerak begitu deras dan tak jarang kehilangan arah, kabarone.id hadir sebagai oase. Ia tidak hanya menyajikan berita, tetapi juga memikul tanggung jawab moral, menyampaikan kebenaran, menjaga akurasi, dan membangun kesadaran publik. Inilah roh yang sejak awal diusung "membangun negeri, mencerdaskan bangsa".
Di Bawah Kendali Visioner Firman Fadhil, S.I.P.
Di balik perjalanan media ini berdiri sosok muda penuh determinasi, Firman Fadhil, S.I.P. Sebagai pemilik modal sekaligus Pemimpin Redaksi, ia bukan hanya penggerak roda redaksi, tetapi arsitek visi jangka panjang kabarone.id.
Tahun 2023 menjadi tonggak penting ketika ia meraih Sertifikasi Wartawan Madya di Jakarta. Sertifikasi tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan pengakuan atas kompetensi, integritas, dan profesionalismenya sebagai insan pers. Pada saat yang sama, keterlibatannya dalam salah satu media nasional terkemuka memperluas cakrawala perspektifnya, menjadikannya jembatan antara dinamika media nasional dan denyut jurnalisme daerah.
Bagi Firman Fadhil, media bukan hanya bisnis. Ia adalah ruang pengabdian. Ia adalah medium perubahan. Dari ruang redaksi sederhana di Desa Mancang, ia menanamkan prinsip bahwa kualitas tidak ditentukan oleh lokasi, melainkan oleh integritas dan konsistensi.
Tiga Tahun yang Mengubah Peta
Pertengahan Februari 2026 menjadi momen reflektif kabarone.id genap berusia tiga tahun. Usia yang relatif muda dalam dunia media, namun telah mencatatkan capaian yang mengesankan.
Kini, kabarone.id telah menjangkau 8 provinsi di Indonesia dengan 32 kontributor aktif yang tersebar di berbagai daerah. Mereka adalah mata dan telinga publik, merekam denyut kebijakan, dinamika sosial, potret pembangunan, hingga suara masyarakat akar rumput.
Dari isu-isu lokal di Aceh hingga perkembangan di luar provinsi, dari kebijakan publik hingga kisah inspiratif masyarakat, kabarone.id membangun jembatan informasi yang kredibel dan progresif. Setiap berita yang tayang bukan sekadar teks digital, melainkan potongan realitas yang dirangkai dengan tanggung jawab jurnalistik.
Semua ini bernaung di bawah PT Arkan Media Grup, yang berkantor di Desa Mancang, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Alamat itu kini bukan sekadar lokasi administratif. Ia adalah simbol. Simbol bahwa pusat pertumbuhan media tidak harus berada di ibu kota, ia juga bisa tumbuh kuat dari desa, selama ada visi, keberanian, dan kerja keras.
Menuju Pengakuan Resmi Dewan Pers
Perjalanan besar selalu disertai langkah-langkah strategis. Saat ini, kabarone.id tengah menjalani proses pemenuhan berkas dan validasi oleh Dewan Pers. Tahapan ini menjadi fase krusial dalam memperkuat legitimasi dan standar profesionalisme.
Validasi tersebut bukan hanya soal administrasi. Ia adalah pengakuan atas konsistensi. Ia adalah penegasan bahwa dari Gampong Mancang, sebuah media mampu berdiri sejajar dengan arus utama, mematuhi kode etik jurnalistik, dan menjunjung tinggi prinsip keberimbangan serta verifikasi.
Langkah ini sekaligus menjadi komitmen bahwa kabarone.id tidak berhenti pada pencapaian, tetapi terus bergerak menuju kualitas yang lebih tinggi.
Dari Desa untuk Indonesia
Kisah kabarone.id adalah kisah tentang keberanian bermimpi. Tentang bagaimana sebuah desa di timur Aceh Utara menjadi titik awal lompatan besar menuju panggung nasional. Tentang bagaimana jalan lintas nasional yang membelah wilayah Mancang seakan menjadi metafora bahwa informasi pun harus mengalir, menghubungkan daerah dengan Indonesia.
Setiap huruf yang terbit membawa semangat yang sama: mengabarkan dengan jujur, mendidik dengan fakta, dan menginspirasi dengan karya. Nama Mancang kini tidak hanya dikenal sebagai desa bersejarah, tetapi juga sebagai rahim lahirnya media yang tumbuh, berkembang, dan bersinar.
Tiga tahun adalah permulaan. Di depan, terbentang perjalanan yang lebih panjang dengan tantangan, peluang, dan cita-cita yang semakin besar.
Namun satu hal yang tak berubah komitmen untuk terus membangun negeri, mencerdaskan bangsa.
Dari Gampong Mancang, suara itu akan terus menggema menembus batas geografis, menyentuh ruang digital Nusantara, dan menegaskan bahwa mimpi besar memang bisa lahir dari desa.(*)





