Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite


Antrean kendaraan roda dua mengular di SPBU Bojongbata, Kabupaten Pemalang, Kamis (11/6/2026). Sejumlah pengendara memilih beralih ke BBM jenis Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan, sehingga memicu lonjakan permintaan dan antrean di jalur pengisian Pertalite. (Foto : KabarOne.ID/Ragil)



KabarOne.ID | Pemalang - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax memicu perubahan perilaku konsumen di Kabupaten Pemalang. Ratusan pengendara sepeda motor terlihat mengantre di sejumlah SPBU untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite yang dinilai lebih ekonomis.

Pantauan di SPBU Bojongbata, Jalan Gatot Subroto, Pemalang, Kamis (11/6/2026), antrean kendaraan roda dua mengular di jalur pengisian Pertalite. Kondisi ini terjadi setelah harga Pertamax resmi naik menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026 pukul 00.00 WIB.

Selisih harga yang cukup jauh antara Pertamax dan Pertalite membuat sebagian masyarakat memilih beralih ke BBM bersubsidi guna menekan pengeluaran harian. Saat ini, Pertalite masih dijual di kisaran Rp10.000 per liter.

Salah seorang pengendara, Dwi (40), mengaku rela mengantre lebih lama demi mendapatkan Pertalite. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax cukup memberatkan, terutama bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan untuk mencari nafkah.

"Saya bekerja sebagai pengemudi ojek online. Kalau harus terus mengisi Pertamax dengan harga sekarang, penghasilan bisa habis untuk biaya operasional. Lebih baik antre sedikit lebih lama daripada harus membeli Pertamax," ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Wisnu (35), yang mengaku terpaksa membeli Pertamax karena kebutuhan mendesak. Ia mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang terjadi.

"Terpaksa beli Pertamax karena sedang terburu-buru. Jujur saja saya cukup kaget karena sebelumnya masih menggunakan harga lama," katanya.

Sementara itu, petugas SPBU Bojongbata, Ali Mutazin (50), mengatakan bahwa hingga siang hari belum ada komplain berarti dari pelanggan terkait kenaikan harga Pertamax. Namun, ia mengakui terjadi penurunan minat beli terhadap BBM tersebut.

"Belum ada pelanggan yang menyampaikan keluhan secara langsung. Hanya saja memang terlihat banyak yang beralih ke Pertalite sehingga antreannya menjadi lebih panjang," jelas Ali.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026. Dalam kebijakan tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator serta melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, serta menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat," ujar Roberth dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Ia menambahkan, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menjaga ketersediaan dan kualitas BBM di seluruh wilayah Indonesia agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

"Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat juga dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina maupun aplikasi MyPertamina," pungkasnya.(Ragil) 

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite
  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite
  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite
  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite
  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite
  • Pasca Kenaikan Harga Pertamax, Ratusan Pengendara Motor di Pemalang Beralih ke Pertalite