Napi Nyaris Kabur Saat Tarawih, Suasana Lapas Lhokseumawe Sempat Mencekam
KabarOne.ID | Lhokseumawe – Suasana khusyuk shalat tarawih berjemaah di Lapas Kelas IIA Lhokseumawe mendadak berubah tegang setelah seorang warga binaan nekat mencoba melarikan diri dengan memanjat tembok penjara, Kamis (12/3) malam.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 21.20 WIB, Rabu (11/3) itu sempat memicu kepanikan di dalam lapas. Seorang napi yang belum disebutkan identitasnya diduga telah merencanakan aksinya dengan memanfaatkan momen ketika para penghuni lapas tengah melaksanakan ibadah tarawih.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, awalnya napi tersebut berpura-pura mengikuti shalat tarawih bersama warga binaan lainnya. Namun setelah beberapa rakaat, ia diam-diam meninggalkan barisan jamaah ketika situasi mulai lengang.
Kesempatan itu langsung dimanfaatkannya untuk menjalankan rencana pelarian. Ia naik ke kanopi tempat wudhu, lalu merayap hingga ke atap kamar sel nomor tiga. Dari titik itu, ia hanya membutuhkan satu langkah lagi untuk melompat keluar melewati tembok lapas.
Sayangnya bagi sang napi, upaya kabur tersebut tidak berjalan mulus. Dalam kondisi gelap, bayangan gerak-geriknya justru tertangkap oleh seorang petugas piket yang sedang berjaga.
Petugas yang menyadari ada seseorang berada di atas tembok langsung berteriak untuk memberi peringatan kepada petugas lainnya. Karena situasi semakin genting, lonceng tanda siaga pun dibunyikan berulang kali untuk menggerakkan seluruh personel pengamanan.
Meski sudah ketahuan, napi tersebut tetap berusaha melanjutkan pelariannya. Ia bahkan nekat melompat ke atap kantor lapas yang dipagari kawat berduri, berharap bisa meloloskan diri.
Petugas berkali-kali meneriakinya agar segera turun dan tidak melanjutkan aksi berbahaya tersebut. Namun peringatan itu diabaikan.
Situasi di dalam lapas pun seketika menjadi tegang. Seluruh petugas pengamanan lapas bersama personel dari Polres Lhokseumawe yang berjaga segera bergerak cepat mengepung area bangunan di sisi timur lapas.
Dalam kondisi terdesak dan tidak memiliki ruang untuk melarikan diri, napi tersebut akhirnya menyerah. Ia turun dari atap dan langsung diamankan oleh petugas.
Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Wahyu, saat dikonfirmasi membenarkan adanya upaya pelarian tersebut.
“Satu warga binaan sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil digagalkan oleh petugas. Saat ini yang bersangkutan sudah diamankan kembali dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, setelah shalat tarawih pihak lapas langsung melakukan apel penghuni untuk memastikan jumlah warga binaan tetap lengkap.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiagaan selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H, sesuai instruksi dari kantor wilayah.
Sebagai langkah antisipasi, pengamanan di dalam lapas diperketat dengan menambah jumlah petugas piket, termasuk pejabat struktural, staf, hingga peserta magang, terutama pada jam-jam yang dianggap rawan.
“Penebalan pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan situasi lapas tetap aman dan kondusif selama Ramadan,” pungkasnya.(*)





