Setelah Gejolak, Harga Emas Mulai Tenang: Antam Terkoreksi Tipis
KabarOne.ID | Jakarta – Setelah berhari-hari bergerak liar, pasar emas mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) pada perdagangan Rabu (11/2/2026) terkoreksi tipis, seiring stabilisasi harga emas dunia.
Emas Antam hari ini dibanderol Rp 2.947.000 per gram, turun Rp 7.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam berada di Rp 2.741.000 per gram, juga melemah Rp 7.000.
Penurunan tipis ini mencerminkan kondisi pasar global yang mulai lebih tenang setelah periode reli tajam. Di pasar internasional, harga emas spot tercatat US$ 5.047,2 per troy ons, turun 0,24 persen dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Koreksi tersebut terjadi setelah emas dunia mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut dengan lonjakan hampir 6 persen. Sejak menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada 29 Januari lalu, harga emas global tercatat telah terkoreksi sekitar 10 persen.
Meski demikian, sejumlah analis menilai fase volatilitas ekstrem mulai berakhir. Pergerakan harga yang sebelumnya naik-turun tajam kini terlihat lebih stabil dan terkendali.
“Volatilitas yang terjadi belakangan ini memang memicu pertanyaan, apakah emas masih efektif sebagai aset lindung nilai dari gejolak pasar dan ketegangan geopolitik. Namun kami meyakini kekhawatiran tersebut mulai mereda, dan reli harga emas masih berpotensi berlanjut,” ujar Mark Haefele, Global Wealth Management Chief Investment Officer UBS Group AG, dalam catatannya.
Dengan kondisi pasar yang mulai stabil, investor kini menanti arah baru pergerakan emas, apakah kembali menguat atau memasuki fase konsolidasi yang lebih panjang.(*)





