BMKG Terbitkan Informasi Siaga Bencana Hidrometeorologi di Aceh, Bener Meriah Masuk Zona Waspada Dua Periode
KabarOne.ID | KabarOne.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini siaga bencana hidrometeorologi untuk wilayah Provinsi Aceh. Peringatan ini berlaku mulai pertengahan hingga akhir Februari 2026.
Berdasarkan surat resmi nomor eB/ME.02.04/008/KBTJ/II/2026, gangguan atmosfer berupa pola siklonik telah memicu terbentuknya daerah bekuan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh. Kondisi ini berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir serta angin kencang.
Dalam lampiran pemetaan wilayah berpotensi bencana, Kabupaten Bener Meriah menjadi salah satu perhatian utama. Berbeda dengan beberapa wilayah lain yang hanya terdampak di salah satu periode, Bener Meriah diprediksi akan menghadapi potensi bencana dalam dua periode sekaligus, yaitu periode I: 11 – 15 Februari 2026 dan periode II: 16 – 20 Februari 2026
Kondisi ini menempatkan Bener Meriah dalam status waspada berkelanjutan selama sepuluh hari ke depan. Mengingat topografi wilayah Bener Meriah yang berada di dataran tinggi, masyarakat diimbau untuk ekstra waspada terhadap risiko:
- Tanah Longsor (terutama di daerah tebing dan jalur lintas jalan nasional).
- Angin Kencang.
- Banjir Luapan/Kiriman.
Kepala Stasiun Meteorologi, Nasrol Adil, dalam keterangannya meminta pihak pemerintah daerah, khususnya Gubernur Aceh dan jajaran terkait di kabupaten, untuk meningkatkan kesiapansiagaan.
“Kami mengharapkan perhatian dan kesiapsiagaan bersama untuk meminimalisir dampak dari potensi bencana hidrometeorologi ini,” tulisnya dalam dokumen tersebut.
Masyarakat Bener Meriah diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan menghindari aktivitas di area terbuka atau lereng perbukitan saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. (Rls)





