Prabowo Akhirnya Bertindak, Rentetan Catatan Merah di BGN Berujung Pencopotan Dadan Hindayana
![]() |
| Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.(Foto : Ist) |
KabarOne.ID | Jakarta – Kesabaran Presiden Prabowo Subianto tampaknya mencapai batasnya. Setelah hampir satu setengah tahun memantau jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo akhirnya mengambil langkah tegas dengan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakilnya.
Keputusan tersebut bukanlah hasil reaksi sesaat. Di balik pencopotan itu, tersimpan sederet catatan evaluasi yang disebut telah lama menjadi perhatian Presiden. Mulai dari lemahnya disiplin dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), persoalan tata kelola, hingga kualitas makanan yang dinilai belum sesuai standar yang telah ditetapkan.
Pemerintah mengungkapkan bahwa berbagai permasalahan itu terus muncul dalam proses monitoring dan evaluasi yang dilakukan selama program berjalan. Situasi tersebut membuat Presiden menilai perlunya perubahan besar di tubuh BGN demi menyelamatkan salah satu program prioritas nasional.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengakui terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menjadi alasan pergantian pimpinan lembaga tersebut. Menurutnya, kedisiplinan dalam menjalankan SOP dan tata kelola menjadi salah satu titik lemah yang mendapat sorotan serius dari Presiden.
Tak hanya itu, kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat juga masuk dalam daftar panjang evaluasi. Padahal, program MBG merupakan wajah utama pemerintahan Prabowo yang sejak awal digadang-gadang menjadi solusi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Selama hampir 18 bulan, Presiden disebut terus mengumpulkan laporan dan melakukan penilaian terhadap kinerja BGN. Hasilnya, berbagai catatan yang tak kunjung terselesaikan akhirnya menjadi dasar kuat bagi Prabowo untuk melakukan bersih-bersih di jajaran pimpinan lembaga tersebut.
Dadan Hindayana resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Dua wakilnya, Irjen Pol Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, turut terseret dalam perombakan besar tersebut.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil kepala kini dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Perombakan ini menjadi sinyal keras bahwa Presiden tidak akan mentolerir kinerja yang dinilai menghambat keberhasilan program strategis pemerintah. Pesannya jelas, program sebesar MBG tidak boleh tersandera oleh lemahnya disiplin, buruknya tata kelola, maupun kualitas pelayanan yang jauh dari harapan publik.(*)





