Harbour Energy Tinggalkan Jejak Nyata di Aceh, Dari Beasiswa Mahasiswa hingga PAUD untuk Anak Desa
KabarOne.ID | Aceh Utara — Komitmen Harbour Energy dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Aceh kembali diwujudkan melalui serah terima delapan Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) tahun 2025. Program yang menyasar berbagai sektor ini tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga diharapkan menjadi fondasi perubahan jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.
Serah terima program yang berlangsung di Hotel Diana, Banda Aceh, serta Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, menghadirkan berbagai inisiatif mulai dari pendidikan, kesehatan, lingkungan, hingga energi terbarukan.
Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya adalah pembangunan gedung PAUD di Desa Lhok Kuyun. Kehadiran fasilitas baru ini membuka harapan bagi anak-anak usia dini untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Gedung PAUD tersebut dilengkapi ruang belajar berukuran 8 x 5 meter, fasilitas toilet, akses listrik dan air, serta area bermain lengkap.
Seorang warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. “Anak-anak sekarang bisa belajar di tempat yang aman dan nyaman. Kami berharap fasilitas ini bisa dimanfaatkan dan dirawat bersama,” ujarnya.
Selain pembangunan PAUD, Harbour Energy juga menyerahkan tujuh program lainnya di Banda Aceh, antara lain renovasi SD Negeri 7 Paya Bakong yang kini memiliki fasilitas lebih layak dan nyaman bagi siswa. Perusahaan juga membangun fasilitas toilet baru di Perpustakaan Kecamatan Nisam untuk mendukung peningkatan minat baca masyarakat.
Di sektor pendidikan tinggi, Harbour Energy memberikan beasiswa kepada 47 mahasiswa dari desa Ring-1 Shore Base Andaman serta komunitas nelayan Dewantara dan Muara Satu. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.
Tak hanya fokus pada pendidikan, Harbour Energy juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui program reforestasi mangrove di Desa Puuk dengan penanaman 5.000 bibit mangrove, melanjutkan program sebelumnya pada tahun 2024.
Program lain yang juga mendapat perhatian adalah pemasangan 21 titik lampu penerangan jalan umum berbasis panel surya di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen, serta program penguatan sosial bagi lansia melalui penyaluran bantuan alat kesehatan dan kebutuhan harian.
Mewakili Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara, Muhammad Arif Salsabil menilai program tersebut menjadi bukti pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Formalitas dan Internal BPMA, Ilham M. Amin, menyebut bahwa program PPM yang menyentuh berbagai sektor menunjukkan pendekatan pembangunan yang menyeluruh dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Medianestrian, Communications & Government Relations Senior Manager Harbour Energy, menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. “Kami berharap program ini bukan hanya menjadi bantuan sementara, tetapi menjadi awal perubahan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Community Investment Manager Harbour Energy, Andri Kristianto, juga mengaku melihat langsung dampak positif program tersebut. “Melihat anak-anak bisa belajar di PAUD baru dan lansia menerima bantuan memberi gambaran nyata bahwa program ini benar-benar membantu masyarakat,” katanya.
Melalui delapan program PPM 2025 ini, Harbour Energy tidak hanya menghadirkan bantuan, tetapi juga meninggalkan jejak nyata bagi masa depan masyarakat Aceh yang lebih baik.(rls)






