PWI Aceh Jadi Penggerak Solidaritas Nasional, Antar Bantuan ke Wilayah Terparah Banjir Aceh Utara
KabarOne.ID | Aceh Utara - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh kembali menunjukkan peran strategisnya bukan hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai kekuatan kemanusiaan. Melalui koordinasi dan kerja lapangan yang intens, PWI Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan dari PWI Jawa Timur dan Jurnalis Siaga Bencana PWI Malang Raya ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Dusun Peudari, Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (10/1/2026).
Banjir dan longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025 menyisakan penderitaan mendalam bagi warga Lubok Pusaka. Menyikapi kondisi tersebut, PWI Aceh bergerak cepat melakukan pemetaan kebutuhan, menentukan lokasi prioritas, hingga memastikan bantuan lintas daerah tepat sasaran.
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, menegaskan bahwa PWI Aceh berperan sebagai penghubung solidaritas wartawan nasional dengan masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
“Hampir semua wilayah terdampak berada dalam kondisi parah. Namun PWI Aceh harus memastikan bantuan yang ada benar-benar sampai ke lokasi yang paling membutuhkan, sesuai jenis dan jumlah bantuan yang tersedia,” ujar Nasir, didampingi Sekretaris PWI Aceh, Muhammad Zairin.
Bantuan tersebut diantar langsung oleh tim PWI Aceh dan diserahkan Sekretaris PWI Aceh kepada Ketua Posko Pengungsi Lubok Pusaka, Khairul Minsyah, disaksikan Kepala Dusun Peudari Rudi Supratman serta anggota PWI Aceh Syaiful Anshori. Kehadiran langsung pengurus PWI Aceh di lokasi menjadi bukti komitmen organisasi ini untuk turun ke lapangan, bukan sekadar menggalang simpati dari kejauhan.
Dusun Lubok Pusaka yang berjarak sekitar 39 kilometer dari Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara, termasuk kawasan yang paling parah diterjang banjir pada 26 November 2025. Rumah-rumah warga di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Jambo Aye hanyut dan hancur, memaksa warga mengungsi tanpa kepastian.
Akses menuju lokasi pun tidak mudah. Tim PWI Aceh harus menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda untuk menembus jalan berlumpur. Di beberapa titik, alat berat bantuan Polri masih bekerja membersihkan lumpur dan membuka kembali saluran air.
Bantuan yang disalurkan melalui PWI Aceh meliputi perlengkapan ibadah, pakaian muslim dewasa dan anak-anak, seragam sekolah dasar, pakaian dalam, sembako, serta kebutuhan dapur umum dari PWI Jawa Timur. Sementara Jurnalis Siaga Bencana PWI Malang Raya menyumbangkan bahan pangan, perlengkapan bayi, kebutuhan perempuan, susu balita, dan obat-obatan.
Selain menyalurkan bantuan dari luar daerah, PWI Aceh juga menggerakkan solidaritas internal dengan menghimpun pakaian layak pakai dari anggota PWI Aceh dan masyarakat, yang disalurkan melalui Posko PWI Peduli Bencana Banjir dan Longsor Aceh.
Ketua Posko Pengungsi, Khairul Minsyah, mengapresiasi peran PWI Aceh yang telah menjadi jembatan kepedulian bagi warganya.
“Kampung kami sempat terisolasi selama lima hari pascabanjir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang bertahan dengan sisa belanjaan di rumah,” ungkapnya.
Saat ini, warga Lubok Pusaka masih sangat membutuhkan penerangan listrik, air bersih, dan hunian tetap. Sebagian besar masyarakat masih bertahan di tenda darurat hasil bantuan dan swadaya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, PWI Aceh menegaskan bahwa peran wartawan tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat saat bencana melanda menjadi suara, tangan, dan harapan bagi mereka yang terdampak.(*)




















_page-0001.jpg)
